100 Keluarga di Banyuwangi Ikuti Akad Massal KPR Subsidi

Berita175 Dilihat

Banyuwangi – Sebanyak 100 keluarga di Kabupaten Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar Bank Tabungan Negara (BTN) bersama pengembang perumahan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi, perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Banyuwangi Suhartatik, serta Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi Fajar Susanto.

Dari total 100 keluarga, sebanyak 40 keluarga mengikuti prosesi akad di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Sementara 60 keluarga lainnya mengikuti akad secara serentak di sejumlah lokasi berbeda di Banyuwangi.

Akad massal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendukung target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pelaksanaan akad secara massal memberikan kemudahan bagi masyarakat karena proses pembelian rumah dan pertemuan dengan notaris dapat dilakukan dalam satu tempat.

Menurut Ipuk, mekanisme tersebut juga berpotensi mengurangi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam proses kepemilikan rumah.

Pemkab Banyuwangi, kata dia, juga memberikan sejumlah kemudahan bagi MBR untuk mendapatkan hunian. Di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR serta kemudahan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), khususnya untuk pembangunan rumah subsidi.

“Tidak hanya memfasilitasi kemudahan pembelian rumah, kegiatan ini juga memfasilitasi para pembeli bertemu dengan notaris dalam satu tempat. Tentu ini akan mengurangi budget mereka,” ujar Ipuk.

Selain pembangunan rumah baru, Pemkab Banyuwangi juga menjalankan program peningkatan kualitas rumah masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera.

Data Pemkab Banyuwangi mencatat, sepanjang 2019 hingga 2026 sebanyak 6.434 unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah mendapatkan penanganan melalui berbagai program rehabilitasi.

Sementara itu, BTN mencatat telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada sekitar 16.300 keluarga di Banyuwangi sejak membuka kantor cabang pada 2017.

Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi mengatakan, khusus sepanjang 2026, BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada sekitar 700 keluarga di Banyuwangi.

Jumlah tersebut disebut berkontribusi sekitar 60 persen dari total kredit perumahan yang disalurkan perbankan di wilayah Banyuwangi.

“Akad massal ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat,” kata Joyce.

Perwakilan REI Banyuwangi Suhartatik menyebut rumah subsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat di daerah tersebut.

Menurutnya, penjualan rumah di Banyuwangi rata-rata mencapai sekitar 2.000 unit per tahun. Lebih dari 95 persen di antaranya merupakan rumah subsidi, sedangkan sisanya merupakan rumah komersial.

“Kebutuhan perumahan di Banyuwangi sangat besar,” ujar Suhartatik.

Upaya memperluas akses hunian tersebut sebelumnya juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Banyuwangi meraih Terbaik I kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.

Penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu berlangsung di Badung, Bali, pada 28 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut berkaitan dengan kinerja Pemkab Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas hunian bagi MBR sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak, aman, dan terjangkau.