Purbaya: Anggaran Program MBG Berpotensi Turun di Bawah Rp260 Triliun

Nasional122 Dilihat

Jakarta – Pemerintah kembali menyiapkan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan berada di bawah Rp260 triliun tanpa mengurangi kualitas maupun tujuan utama pelaksanaannya.

Purbaya mengatakan, rencana penghematan telah dibahas bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. Menurutnya, usulan efisiensi berasal dari BGN dan rincian penghematan akan disampaikan langsung oleh lembaga tersebut.

“Sudah ada pembicaraan dengan Kepala BGN. Beliau melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan secara detail,” kata Purbaya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, anggaran MBG masih akan dievaluasi sehingga kebutuhan dana pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya.

“Nanti anggarannya akan di bawah itu (Rp260 triliun). Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman,” ujarnya.

Saat ditanya apakah nilai efisiensi dapat mencapai sekitar Rp40 triliun, Purbaya belum memastikan besaran tersebut.

“Mungkin. Tanya dia saja (Kepala BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Saya setuju, apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Tapi biar programnya jalan,” katanya.

Menurut Purbaya, hasil evaluasi BGN menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi,” ucapnya.

Ia menegaskan usulan pemangkasan anggaran berasal dari BGN, bukan dari Kementerian Keuangan.

“Tapi nanti akan signifikan lah pemotongannya. Tapi bukan saya yang usul ya. Kepala BGN sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, pagu anggaran MBG tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp335 triliun, kemudian direvisi menjadi sekitar Rp268 triliun. Kini, pemerintah kembali menargetkan kebutuhan anggaran berada di bawah Rp260 triliun setelah dilakukan evaluasi bersama BGN.

Meski demikian, Purbaya memastikan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi manfaat program maupun kualitas makanan yang diberikan kepada penerima.

“Kalau saya maunya nol, tapi enggak bisa kan. Itu (MBG) sudah keluar anggarannya. Kalau begitu juga enggak benar, karena programnya program yang bagus, tinggal implementasinya diperbaiki,” pungkasnya.