KAI Logistik Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Berita197 Dilihat

Banyuwangi – KAI Logistik melakukan uji coba angkutan hasil pertanian menggunakan kereta api dari Stasiun Argopuro, Banyuwangi, menuju Jakarta Gudang, Senin (28/9/2026).

Kereta diberangkatkan sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (29/9/2026) siang.

Pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi komoditas pertanian Banyuwangi, terutama buah naga.

Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal mengatakan, layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pengangkutan komoditas pertanian dan peternakan dari sejumlah sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Namun, rencana pengangkutan sapi belum terealisasi dalam uji coba perdana. Kondisi tersebut dipengaruhi kendala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak terhadap keterlambatan kedatangan sapi dari Bali dan Sumbawa.

“Jadi pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, pengembangan angkutan berbasis kereta api tersebut merupakan kolaborasi KAI Logistik, PT KAI dan sejumlah mitra untuk memperkuat sistem logistik serta memberikan alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan.

“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” katanya.

KAI Logistik menargetkan layanan tersebut dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Perseroan saat ini masih menyiapkan infrastruktur area muat atau loading zone di empat stasiun, yakni Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.

Dalam operasional reguler, satu rangkaian kereta ditargetkan mampu membawa hingga 20 gerbong kontainer dengan kapasitas sekitar 550 ton komoditas dalam sekali perjalanan.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 75 ekor sapi dapat diangkut menggunakan tiga gerbong, sedangkan gerbong lainnya diperuntukkan bagi komoditas hasil pertanian.

Selain mengangkut komoditas dari Banyuwangi menuju Jakarta, KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta ke Banyuwangi. Sejumlah komoditas yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, serta kebutuhan logistik lainnya.

Dalam layanan tersebut, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara sebagai konsolidator barang.

Rizal mengatakan, uji coba perdana menjadi bagian dari evaluasi sebelum layanan dijalankan secara reguler. Evaluasi mencakup kesiapan operasional, aspek teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga rantai layanan dari hulu sampai hilir.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif uji coba tersebut. Ia menilai kehadiran angkutan hasil pertanian melalui jalur kereta api dapat membuka alternatif distribusi bagi produk unggulan Banyuwangi.

“Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi,” kata Ipuk.