Berawal dari Tempat Ngopi, Dua Alumni UNIBA Madura Dirikan Duta Budaya Madura

Berita260 Dilihat

Sumenep – Berawal dari obrolan sederhana di sebuah tempat ngopi, dua alumni Universitas KH. Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), Ainul Yaqin dan M. Wakil, menggagas sebuah gerakan yang kini berkembang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan Madura.

Gagasan tersebut kemudian melahirkan Duta Budaya Madura pada Januari 2024. Kala itu, Ainul Yaqin dan M. Wakil masih berstatus sebagai mahasiswa UNIBA Madura.

Berawal dari diskusi dan keresahan terhadap pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya, keduanya kemudian mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah ajang pemilihan duta budaya yang melibatkan anak muda dari berbagai daerah dan latar belakang.

Perjalanan Duta Budaya Madura kini telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses menyelenggarakan pemilihan pada 2024 dan 2025, tahun ini kembali digelar Pemilihan Duta Budaya Madura 2026.

Antusiasme peserta juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga tahun ini, lebih dari 50 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian pemilihan Duta Budaya Madura 2026.

Para peserta berasal dari berbagai instansi dan daerah di Madura, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa perhatian generasi muda terhadap budaya Madura terus berkembang.

Ainul Yaqin mengatakan, Duta Budaya Madura sejak awal tidak hanya dirancang sebagai ajang pemilihan figur, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mengambil peran dalam mengenalkan budaya Madura.

“Awalnya hanya obrolan sederhana di tempat ngopi. Saat itu kami masih mahasiswa dan melihat ada ruang yang bisa diisi oleh anak muda untuk ikut mengenalkan budaya Madura. Dari sana kami mencoba mewujudkannya,” ujar Ainul.

Menurutnya, perjalanan selama hampir tiga tahun menjadi pengalaman tersendiri. Dari yang awalnya hanya digagas oleh dua orang, kini Duta Budaya Madura telah melibatkan semakin banyak anak muda dari berbagai daerah dan instansi.

Memasuki pemilihan ketiga, Duta Budaya Madura diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Para peserta dan duta yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Madura melalui berbagai kegiatan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah gagasan sederhana yang lahir dari ruang informal dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas ketika dikerjakan secara konsisten.

Dari sebuah tempat ngopi pada Januari 2024, Duta Budaya Madura kini telah sampai pada penyelenggaraan pemilihan ketiga dengan puluhan anak muda dari berbagai penjuru Madura yang ikut ambil bagian.