Festival Budaya Semarakkan Hari Jadi Purwakarta, Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Leluhur

Berita, Seni302 Dilihat

Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Festival Budaya bertema “Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa” sebagai puncak peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 tahun 2026, Selasa malam.

Festival yang dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Pertigaan BTN itu berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan budaya.

Acara dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta sejumlah tamu undangan.

Arak-arakan budaya dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dari kawasan Patung Egrang, Kelurahan Nagri Kaler, dan berakhir di Pertigaan Patung Kuda, Kelurahan Nagri Tengah.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein memimpin iring-iringan dengan menaiki Kereta Kencana sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

Di belakang rombongan utama, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran Forkopimda dan tamu kehormatan turut mengikuti pawai dengan menunggangi kuda.

Festival budaya tersebut juga menampilkan berbagai atraksi kesenian tradisional dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta, serta partisipasi komunitas seni dan utusan budaya dari sejumlah kabupaten maupun provinsi. Beragam tarian tradisional, musik daerah, hingga busana adat ditampilkan sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami mengatakan, festival budaya bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi Purwakarta kepada masyarakat maupun para tamu dari berbagai daerah.

“Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk kita buka seluas-luasnya, memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mampu memberikan kesan positif bagi masyarakat.

Menurut Sri Puji Utami, keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, seniman, komunitas budaya, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Ini adalah hasil kerja sama yang indah. Antara pemerintah daerah, jajaran keamanan, panitia pelaksana, para seniman, komunitas budaya, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban serta menjaga semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Melalui Festival Budaya bertajuk Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah serta mendorong perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.