Sumenep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 29 Universitas Annuqayah (UA) Guluk-Guluk Sumenep terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif bagi masyarakat selama masa pengabdian. Salah satunya melalui pelatihan kerajinan tangan yang mengajak para santri Pondok Pesantren Nurur Rahmah Payudan Dundang, Guluk-Guluk, memanfaatkan daun pisang kering menjadi karya berbentuk bunga.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (01/09/2026) tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan sederhana, tetapi juga secara langsung dilibatkan dalam proses pembuatan kerajinan.
Daun pisang kering yang umumnya dibiarkan menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk menghasilkan kerajinan bunga yang memiliki nilai estetika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya menunjukkan bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi karya kreatif apabila dikembangkan dengan keterampilan dan ide yang tepat.
Ketua KKN Posko 29 UA, Qarina El Abror, mengatakan bahwa pelatihan tersebut memiliki nilai edukasi yang penting bagi para santri. Menurutnya, kreativitas dapat dikembangkan melalui hal-hal sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Pemanfaatan daun pisang kering ini mengajarkan kepada kita semua bahwa bahan sederhana yang sering kali dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai guna dan keindahan apabila diolah secara kreatif,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para santri diperkenalkan dengan sejumlah tahapan pembuatan kerajinan. Proses dimulai dari menyiapkan daun pisang kering sebagai bahan baku, kemudian membentuknya menjadi kelopak bunga, hingga menyusun dan merangkainya menjadi sebuah karya yang menarik.
Mahasiswa KKN Posko 29 turut mendampingi para santri selama proses berlangsung. Pendampingan diberikan agar setiap peserta dapat memahami teknik pembuatan dengan baik sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan bentuk dan kreativitasnya masing-masing.
“Kami ingin para santri tidak hanya belajar membuat bunga, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengasah kreativitas, ketelitian, dan kemampuan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar pesantren,” kata Qarina.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari hasil kerajinan yang dihasilkan. Proses pembuatan juga menjadi bagian penting karena dapat melatih berbagai keterampilan, seperti koordinasi motorik, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan secara bertahap.
“Kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada hasil akhir berupa kerajinan bunga, melainkan juga menjadi sarana untuk melatih keterampilan motorik, ketelitian, dan kesabaran para santri,” lanjutnya.
Antusiasme para santri terlihat ketika mereka mulai mencoba membuat kerajinan secara mandiri. Gelak tawa dan interaksi antara santri dengan mahasiswa KKN turut mewarnai kegiatan tersebut. Ketika menghadapi kesulitan dalam membentuk atau merangkai daun, para mahasiswa memberikan arahan secara langsung.
Qarina berharap pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat menjadi pemantik bagi para santri untuk terus berkreasi dan berinovasi. Menurutnya, kreativitas tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh dari kemampuan melihat nilai dan potensi yang ada di sekitar.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan program yang edukatif, bermanfaat, serta meninggalkan kesan mendalam selama masa pengabdian di wilayah Pondok Pesantren Nurur Rahmah Payudan Dundang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Posko 29 UA tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada para santri, tetapi juga menanamkan nilai bahwa benda yang dianggap tidak bernilai dapat memiliki manfaat apabila dikelola dengan kreativitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pengalaman yang mendorong para santri untuk lebih produktif, kreatif, dan inovatif dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.






