MEC 2026 Tak Sekadar Parade Budaya, Pemkab Sumenep Dorong Ekonomi Masyarakat

Lifestyle, Nasional38 Dilihat

Sumenep – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 bukan sekadar ajang menampilkan keberagaman budaya dan tradisi. Gelaran yang berlangsung di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, juga diarahkan menjadi salah satu penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menilai kegiatan kebudayaan seperti MEC memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kehadiran wisatawan selama event berlangsung dinilai dapat meningkatkan aktivitas berbagai sektor usaha masyarakat.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, mengatakan dampak penyelenggaraan event tidak berhenti pada kemeriahan pertunjukan. Pergerakan wisatawan juga dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, sektor jasa, hingga berbagai bidang yang berkaitan dengan pariwisata.

“MEC ini juga menjadi pendorong untuk peningkatan ekonomi,” kata Imam saat menghadiri rangkaian MEC 2026 di Sumenep, Sabtu malam.

Menurutnya, Pemkab Sumenep terus berupaya menjadikan berbagai kegiatan daerah sebagai bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi. Event budaya dinilai dapat menjadi sarana untuk mempertemukan potensi lokal dengan masyarakat dari berbagai daerah.

Karena itu, kata Imam, penyelenggaraan event tidak semestinya hanya diukur dari sisi kemeriahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Imam menegaskan Pemkab Sumenep akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat agenda kebudayaan berkembang dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kami akan terus mendorong secara konsisten untuk memberikan hal yang positif bagi masyarakat secara luas,” tegasnya.

MEC 2026 mengangkat tema Keraton Sumenep. Berbagai unsur budaya dan ornamen keraton ditampilkan dalam parade, baik melalui kostum peserta maupun pertunjukan seni yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Gelaran tersebut juga tidak hanya melibatkan peserta dari Sumenep. Sejumlah tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mempertemukan beragam kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung di Kabupaten Sumenep.

Bagi Pemkab Sumenep, pelaksanaan MEC sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari luar Madura. Pemerintah berharap semakin banyak event budaya yang digelar dapat memperkuat daya tarik wisata Sumenep.

Imam berharap wisatawan yang datang tidak hanya menyaksikan rangkaian pertunjukan, tetapi juga tertarik mengeksplorasi sejarah, kebudayaan, kuliner, serta berbagai destinasi wisata yang ada di Sumenep.

“Berbagai event kebudayaan ini semoga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,” tuturnya.

MEC 2026 menjadi salah satu agenda yang mempertemukan budaya Sumenep dengan berbagai identitas budaya dari daerah lain. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Dengan demikian, penyelenggaraan event kebudayaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Pemkab Sumenep pun menyatakan akan terus mendorong berbagai kegiatan serupa sebagai ruang promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.