Meutya Hafid Dorong Alumni UNSW Berkontribusi untuk Indonesia, AI Harus Berpihak pada Manusia

Berita240 Dilihat

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong alumni University of New South Wales (UNSW) memperkuat kontribusi terhadap pembangunan Indonesia. Menurutnya, keahlian dan jejaring alumni, khususnya di bidang kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, pendidikan, dan energi berkelanjutan, perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Meutya saat menjadi pembicara kunci dalam UNSW Indonesia Alumni Reception bertema Human Connection in a Digital World di Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Meutya menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan inovasi. Pengembangan teknologi, kata dia, harus dibarengi tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan risikonya dapat dikendalikan.

“Menurut saya, kata kuncinya adalah bertanggung jawab. Bukan sekadar mendorong inovasi, kita percaya bahwa setiap inovasi harus dikembangkan secara bertanggung jawab,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, kompetensi UNSW di bidang AI, ilmu data, dan keamanan siber relevan dengan kebutuhan Indonesia yang tengah mempercepat transformasi digital.

Ia mendorong alumni menjadi penghubung antara pengetahuan akademik, pengalaman profesional, dan kebutuhan pembangunan. Dengan demikian, perkembangan teknologi diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Hal ini membuka peluang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan teknologi yang melayani serta melindungi manusia, bukan justru menjadi gangguan bagi kemanusiaan,” katanya.

Selain sektor teknologi digital, Meutya menyebut alumni UNSW dapat berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan, pendidikan, dan kesehatan.

Di bidang energi, kompetensi terkait energi terbarukan dan sistem energi dinilai dapat memperkuat keterhubungan antara riset dengan kebutuhan transisi energi Indonesia. Sementara di bidang pendidikan, kontribusi dapat dilakukan melalui mentoring, pelatihan, serta penguatan hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri.

Meutya juga berharap pembentukan kembali UNSW Indonesia Alumni Chapter menjadi wadah kolaborasi yang lebih konkret.

Menurut dia, organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi tempat pertukaran gagasan dan penyusunan solusi atas berbagai persoalan di Indonesia.

“Pada akhirnya, kita berharap alumni chapter ini tidak hanya menjadi wadah bagi kita untuk bertemu, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi pemikiran,” ujarnya.

Singgung Hubungan Indonesia-Australia

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menyinggung hubungan Indonesia dan Australia yang terus berkembang.

Ia mengatakan hubungan kedua negara memiliki ruang untuk diperkuat melalui berbagai kerja sama, termasuk di bidang teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Meutya mengungkapkan Australia merupakan salah satu negara pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto sebelum pelantikan pada Oktober 2024. Saat itu, Meutya turut mendampingi kunjungan tersebut pada Agustus 2024.

Ia juga menyebut komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese terus berlangsung, termasuk dalam rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa beberapa hari sebelum acara alumni tersebut.

Meutya berharap hubungan kedua negara dapat menjadi landasan untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Pernah Kuliah di UNSW

Meutya juga menceritakan perjalanan pendidikannya di UNSW. Ia mengikuti program foundation studies pada 1996 sebelum melanjutkan pendidikan di bidang manufacturing engineering dan meraih gelar insinyur pada 2000.

Setelah kembali ke Indonesia, Meutya mengawali karier sebagai jurnalis sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi anggota parlemen selama 15 tahun.

Kini, ia menjalani tahun kedua sebagai Menteri Komunikasi dan Digital.

Menurut Meutya, pengalaman pendidikan dan jejaring internasional dapat menjadi modal untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat dan negara.

“Bukan hanya untuk diri kita sendiri, bukan hanya untuk komunitas kita di sini, dan bukan hanya untuk alumni chapter ini, tetapi juga untuk bangsa Indonesia,” kata Meutya.