Pasien RS BHC Sumenep Dikabarkan Meninggal, Video Adu Argumen dengan Perawat Viral, Keluarga Minta Klarifikasi

Berita107 Dilihat

Sumenep – Video adu argumen antara keluarga pasien dan seorang perawat di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut menuai sorotan setelah pasien yang bersangkutan dikabarkan meninggal dunia.

Di tengah polemik yang berkembang, Roni, kakak kandung pasien, meminta pihak manajemen RS BHC Sumenep memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai kronologi penanganan medis terhadap adiknya sebelum meninggal dunia.

Roni berharap pihak rumah sakit menjelaskan persoalan tersebut secara terang agar keluarga memperoleh kejelasan dan masyarakat tidak hanya bersandar pada potongan video yang beredar di media sosial.

“Kami meminta pihak BHC Sumenep memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Adik kami sudah meninggal dunia. Kami berharap ada penjelasan yang jelas mengenai penanganan medis yang dilakukan sebelum kejadian ini berujung duka bagi keluarga kami,” ujar Roni.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat menyangkut pelayanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Permintaan klarifikasi itu terutama berkaitan dengan sejumlah hal yang dipersoalkan dalam video, termasuk kondisi pasien saat mengalami muntah-muntah, tindakan terhadap infus, serta keberadaan petugas ketika pasien mengalami kondisi tersebut.

“Kami tidak ingin persoalan ini hanya menjadi perdebatan di media sosial. Kami ingin ada penjelasan yang jelas dan bertanggung jawab dari pihak rumah sakit, sehingga semuanya terang dan tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang diunggah melalui akun TikTok @patah.tpi.kuat atau SaAeLau memperlihatkan seorang pria mempertanyakan penanganan medis terhadap anggota keluarganya.

Dalam rekaman tersebut, pria itu mempertanyakan tindakan perawat saat pasien mengalami muntah-muntah, termasuk ketika infus disebut dimatikan dan pasien ditinggalkan.

Perawat yang terlihat dalam video menjelaskan bahwa pemberian obat dilakukan secara bertahap, termasuk obat untuk mengatasi muntah dan obat pereda nyeri perut. Meski demikian, perdebatan mengenai penanganan pasien tetap menjadi sorotan.

Setelah pasien dikabarkan meninggal dunia, perhatian publik semakin mengarah pada pentingnya penjelasan mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.

Namun, hubungan antara tindakan medis yang dipersoalkan dalam video dan meninggalnya pasien belum dapat dipastikan berdasarkan rekaman itu saja. Penentuan penyebab kematian maupun ada atau tidaknya kelalaian medis membutuhkan pemeriksaan fakta, catatan medis, serta penjelasan dari pihak yang berwenang.

Klarifikasi manajemen RS BHC Sumenep dinilai penting untuk menjawab pertanyaan keluarga sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi.

Pihak rumah sakit diharapkan menjelaskan kronologi penanganan pasien, prosedur medis yang diterapkan, serta hasil penelusuran internal apabila pemeriksaan telah dilakukan.

Keterbukaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Terlebih, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya membutuhkan penjelasan yang layak atas peristiwa yang mereka alami.

Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi manajemen RS BHC Sumenep atas permintaan klarifikasi Roni belum diperoleh.

Publik kini menantikan penjelasan yang menyeluruh dari pihak rumah sakit agar persoalan ini mendapatkan kejelasan berdasarkan fakta, bukan semata-mata berkembang melalui polemik di media sosial.