SMKN 1 Kalianget Cetak Kader Kesehatan Remaja, 49 Siswa Dibekali PHBS hingga Bahaya NAPZA

Berita311 Dilihat

Sumenep – Sebanyak 49 siswa SMKN 1 Kalianget mengikuti pembinaan Kader Kesehatan Remaja yang digelar di sekolah setempat, Rabu (29/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, para peserta dipersiapkan menjadi pelopor hidup sehat sekaligus agen edukasi kesehatan bagi teman sebaya.

Kegiatan yang digelar melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMKN 1 Kalianget itu bekerja sama dengan Puskesmas Kalianget di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

Pembina UKS SMKN 1 Kalianget, Dyah Yuniarsih, mengatakan pembinaan kader kesehatan merupakan upaya sekolah membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri, teman, dan lingkungan sekolah.

“Para kader diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membantu teman yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah, serta memiliki bekal pengetahuan kesehatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam pembinaan tersebut, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalianget, Yulianingsih, Amd.Kep, menyampaikan materi tentang kesehatan remaja, bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), serta pencegahan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Menurut Yulianingsih, edukasi mengenai ketiga materi tersebut penting diberikan sejak usia sekolah. Pasalnya, remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif apabila tidak dibekali pemahaman yang benar.

“Melalui kader kesehatan remaja, informasi yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya minat siswa untuk memahami isu-isu kesehatan remaja yang kini menjadi perhatian bersama.

Sekolah berharap pembinaan tersebut mampu melahirkan kader-kader kesehatan remaja yang tidak hanya menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berkarakter.