Terima Kartanu, Prabowo Tegaskan Semangat Gotong Royong untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Berita168 Dilihat

Jombang – Presiden RI Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kartanu tersebut diserahkan langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar. Prabowo menyebut penerimaan kartu keanggotaan NU tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus bentuk pemenuhan janji kepada NU.

“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya, karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang, saya datang karena janji, janji harus dipegang,” kata Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerima status sebagai anggota NU seumur hidup. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi hari ini saya katakan saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama, terima kasih. Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya, di semua bidang,” ujarnya.

Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.

“Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita,” tegasnya.

Menurut Prabowo, NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya berorientasi pada pencapaian standar kehidupan negara maju, tetapi juga memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat,” kata Prabowo.

Ia juga menyampaikan rencana pemerintah untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pembiayaan dengan bunga atau skema yang lebih ringan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman dari pihak yang membebani.

“Kalau perlu dia bisa dapat pinjeman lunak dari kekuatan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapapun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Penerimaan Kartanu tersebut menjadi salah satu momen dalam rangkaian penutupan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Kabupaten Jombang.