Surabaya – Penantian panjang selama 22 tahun akhirnya berbuah kebahagiaan bagi pasangan suami istri asal Kabupaten Sumenep, Mina dan Yusuf. Pasangan tersebut kini resmi menjadi orang tua setelah dikaruniai bayi kembar, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Melansir dari detikcom, kedua bayi tersebut lahir pada 2 Juli 2026 melalui proses persalinan yang ditangani oleh dokter spesialis kandungan dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG(K), FICS, FESICOG, FIICOG atau yang akrab disapa dr. Benny.
Menurut dr. Benny, Mina dan Yusuf berhasil memperoleh kehamilan melalui program bayi tabung (IVF) yang dijalani di Morula IVF Surabaya. Menariknya, pasangan tersebut langsung berhasil pada percobaan pertama mengikuti program tersebut.
“Satu kali bayi tabung dan berhasil. Kedua bayi mereka akhirnya lahir pada 2 Juli lalu,” ujar dr. Benny, sebagaimana dikutip dari detikcom, Minggu (5/7/2026).
Kelahiran bayi kembar itu menjadi momen yang sangat emosional. Dr. Benny mengaku tak kuasa menahan haru saat mendampingi proses persalinan karena mengetahui panjangnya perjuangan pasangan asal Dusun Sumur, Desa Keramat, Kabupaten Sumenep, tersebut dalam mendapatkan buah hati.
Melalui unggahan di media sosialnya, dr. Benny mengungkapkan rasa syukur dapat menjadi bagian dari kisah penuh harapan itu. Ia menyebut momen tersebut sebagai salah satu pengalaman paling mengharukan sepanjang kariernya sebagai dokter kandungan.
Perjuangan Mina dan Yusuf tidaklah mudah. Selain harus menunggu selama lebih dari dua dekade, kondisi kesehatan Mina dengan nilai Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebesar 0,1 sempat membuat peluang kehamilan dinilai sangat kecil. Namun, melalui doa, usaha, dan dukungan teknologi reproduksi berbantu, pasangan tersebut akhirnya berhasil mewujudkan impian memiliki anak.
Tangis pertama kedua bayi di ruang operasi menjadi penanda berakhirnya penantian panjang yang dipenuhi doa dan kesabaran.
Kisah Mina dan Yusuf pun menjadi inspirasi bagi banyak pasangan pejuang garis dua bahwa harapan masih terbuka selama terus berikhtiar dan tidak menyerah.









