Sumenep – Sebanyak 251 atlet dari 11 perguruan pencak silat mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan Piala Bergilir IPSI Ke-III Tahun 2026 yang digelar di GOR Indoor Volly Sumenep. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet usia dini untuk menyiapkan pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di tingkat yang lebih tinggi.
Kejuaraan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruq Hanafi, Ketua Harian KONI Kabupaten Sumenep Habib Kadir, Ketua IPSI Kabupaten Sumenep Santoso, serta jajaran pengurus IPSI dan para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Sumenep.
Ketua IPSI Kabupaten Sumenep Santoso menegaskan bahwa proses pembinaan atlet membutuhkan waktu dan konsistensi. Menurutnya, kompetisi usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi di masa depan.
“Karena dari usia dini inilah nantinya akan lahir atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumenep,” ujar Santoso.
Ia menjelaskan, hasil pembinaan yang dilakukan IPSI mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025, cabang olahraga pencak silat berhasil menyumbangkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025, atlet pencak silat Sumenep meraih dua medali perak.
Selain itu, pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), kontingen pencak silat Kabupaten Sumenep berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu perak serta menempati peringkat ke-11 tingkat Jawa Timur.
Ketua Harian KONI Kabupaten Sumenep Habib Kadir mengapresiasi komitmen IPSI dalam menyediakan wadah kompetisi bagi atlet muda. Menurutnya, kejuaraan antarperguruan menjadi sarana penting untuk menjaring atlet potensial yang nantinya akan mewakili Kabupaten Sumenep pada berbagai ajang olahraga.
“Saat ini mereka masih bertanding dengan membawa nama perguruan masing-masing. Namun ke depan, nama Kabupaten Sumenep yang akan terpasang di dada mereka ketika bertanding di level yang lebih tinggi,” kata Habib.
Ia optimistis prestasi pencak silat Sumenep akan terus meningkat, terutama setelah capaian dua medali perak pada PORPROV 2025 yang dinilai menjadi modal berharga untuk meraih hasil lebih baik pada kompetisi mendatang.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep Faruq Hanafi menilai kehadiran ratusan pesilat muda dalam kejuaraan tersebut merupakan aset penting bagi kemajuan olahraga daerah. Ia meyakini dari peserta yang bertanding akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Harus optimis dan harus yakin. Dari peserta yang bertanding hari ini, saya percaya akan muncul atlet-atlet nasional yang mengharumkan nama Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Faruq juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kejuaraan sebagai ajang pembelajaran sekaligus pembentukan mental bertanding. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan Piala Bergilir IPSI Ke-III Tahun 2026 menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet di Kabupaten Sumenep. Melalui ajang tersebut, IPSI berharap dapat melahirkan generasi pesilat yang mampu membawa prestasi dan kebanggaan bagi daerah di masa mendatang.









