Jakarta – Ratusan karyawan Club de Arjuna (PT Arjuna Prabadwipa Amarta) turun ke jalan menyampaikan aspirasi terkait penutupan tempat kerja mereka. Aksi berlangsung secara damai di depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (17/9/2026).
Para pekerja menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas sekaligus menyuarakan keresahan setelah aktivitas operasional tempat mereka bekerja ditutup. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan ratusan karyawan yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga mereka.
Dalam aksi tersebut, para karyawan mengenakan seragam kerja berwarna merah muda dan kuning. Mereka juga membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi berbagai tuntutan serta ungkapan kegelisahan.
Sejumlah tulisan yang dibawa para pekerja antara lain, “Kami Perlu Makan, Jangan Tutup Tempat Kerja Kami”, “Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?”, “Anak Kami Perlu Makan”, “Anak Kami Perlu Sekolah”, “Ke Mana Kami Harus Mengadu?”, dan “Kami Ini Korban.”
Pesan-pesan tersebut menggambarkan keresahan para pekerja yang kini kehilangan akses untuk menjalankan pekerjaannya dan mendapatkan penghasilan.
Aksi penyampaian pendapat berlangsung tertib dan kondusif. Sejumlah aparat kepolisian turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi, terutama di area gerbang utama fasilitas.
Penutupan atau penyegelan area operasional Club de Arjuna disebut merupakan dampak dari persoalan pendudukan lahan milik PT HD Arjuna oleh sebuah organisasi kemasyarakatan yang disebut dilakukan secara tidak legal.
Persoalan tersebut kemudian berimbas terhadap kegiatan operasional perusahaan. Para karyawan pun tidak dapat menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasa sehingga kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Manajemen PT Arjuna Prabadwipa Amarta turut merespons aksi yang dilakukan para pekerja. Perusahaan menyatakan memahami keresahan karyawan yang terdampak langsung oleh persoalan tersebut.
General Manager PT Arjuna Prabadwipa Amarta, Irwan Hadianto, menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi yang dialami para pekerja. Ia berharap persoalan hukum yang sedang berjalan dapat segera menemukan penyelesaian sehingga aktivitas operasional perusahaan kembali normal.
“Kami membenarkan bahwa pada hari ini telah berlangsung aksi massa yang dilakukan secara damai di area Club de Arjuna untuk menyuarakan aspirasi dan kegelisahan karyawan. Kami dari pihak manajemen sangat memahami beban berat yang kini dipikul oleh mereka beserta keluarganya,” ujar Irwan.
Menurut dia, manajemen saat ini terus berupaya agar proses hukum terkait Club de Arjuna dapat berjalan dengan baik dan segera memperoleh penyelesaian.
“Saat ini, kami terus berupaya maksimal dan berdoa agar proses hukum yang sedang bergulir terkait Club de Arjuna dapat berjalan dengan cepat dan menghasilkan keputusan yang baik. Harapan dan tujuan utama kami satu, yaitu agar tempat ini bisa beroperasi kembali sehingga karyawan-karyawan kami dapat segera bekerja lagi,” lanjutnya.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk penyampaian aspirasi para pekerja yang berharap persoalan yang terjadi tidak berlarut-larut.
Bagi para karyawan, keberadaan tempat kerja bukan hanya berkaitan dengan aktivitas pekerjaan. Tempat tersebut menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, serta menopang kehidupan keluarga.
Karena itu, para pekerja berharap persoalan yang terjadi segera mendapatkan penyelesaian sehingga mereka dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk menghidupi keluarga.






