Banyuwangi Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum ASEAN-ID Blue 2026

Berita305 Dilihat

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN-ID Blue 2026, forum internasional yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan negara mitra untuk membahas pengembangan ekonomi biru (blue economy). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juli 2026.

Forum ini merupakan kolaborasi Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Sejumlah delegasi dari negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF) dipastikan hadir dalam agenda tersebut.

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, menjelaskan forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kerja sama antarnegara dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Selain membahas kebijakan ekonomi biru, forum juga akan mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari konservasi laut, penguatan sektor perikanan, pemberdayaan nelayan, pengembangan UMKM dan koperasi, hingga peluang investasi dan kerja sama antarnegara.

“Banyuwangi dipilih karena dinilai mampu menunjukkan praktik pengelolaan laut yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi negara-negara peserta,” ujar Adhyanti.

Ia menambahkan, para delegasi tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga akan melihat langsung implementasi berbagai program ekonomi biru di Banyuwangi yang mengintegrasikan sektor perikanan, pariwisata, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penunjukan Banyuwangi sebagai tuan rumah merupakan kesempatan strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang bertukar pengalaman dengan negara-negara ASEAN dan mitra, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya di sektor kelautan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Kami berharap forum ini memberikan manfaat nyata bagi Banyuwangi, baik melalui transfer pengetahuan maupun terbukanya peluang kerja sama yang dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.