Bukan Sekadar Kucing Langka, Raas Pamerkan UMKM Khas Kepulauan di MCF 2026

Berita168 Dilihat

Sumenep – Kecamatan Raas mencuri perhatian pengunjung Madura Culture Festival (MCF) 2026. Tak hanya membawa beragam produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khas kepulauan, Kecamatan Raas juga menampilkan Kucing Busok, satwa khas Pulau Raas yang menjadi salah satu daya tarik utama stan mereka.

Kegiatan yang berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Selasa (1/9/2026), menjadi kesempatan bagi Kecamatan Raas untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif, budaya, hingga kekayaan alam wilayah kepulauan tersebut.

Mengusung karakter pantai, laut, pulau dan pesisir, stan Kecamatan Raas menampilkan sejumlah produk olahan masyarakat, kerajinan tangan, serta Kucing Busok yang langsung menarik perhatian pengunjung.

Sejumlah produk UMKM yang dipamerkan antara lain Moritozz Chips berbahan rumput laut, Chocho Fish Cookies berbahan ikan laut, serta Permen Rula yang juga menggunakan rumput laut sebagai bahan utama.

Camat Raas Achmad Fikri mengatakan, produk tersebut merupakan hasil UMKM binaan Desa Alas Malang. Bahkan, beberapa di antaranya telah dibawa untuk mewakili Kecamatan Raas hingga Kabupaten Sumenep dalam berbagai pameran di Jawa Timur.

“Produk-produk ini adalah hasil tangan masyarakat Raas sendiri. Kami ingin menunjukkan bahwa pulau kecil juga punya daya saing di bidang ekonomi kreatif,” ujarnya.

Tak kalah menarik, berbagai kerajinan tangan turut dipamerkan, mulai dari gelang, kalung, manik-manik atau mastek, hingga gantungan kunci.

Menurut Achmad, sejumlah produk kerajinan tersebut bahkan telah menembus pasar luar daerah, termasuk Bali dan beberapa negara lainnya.

Kucing Busok Jadi Magnet Pengunjung

Kehadiran Kucing Busok menjadi salah satu magnet tersendiri di stan Kecamatan Raas. Pengunjung dari berbagai kalangan tampak tertarik melihat satwa khas Pulau Raas tersebut, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen dengan berfoto.

Achmad menyebut, kehadiran Kucing Busok bukan sekadar untuk menarik perhatian pengunjung. Satwa khas Raas itu juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan alam daerah.

“Kehadiran Kucing Busok sekaligus melengkapi promosi produk UMKM yang kami tampilkan dalam MCF 2026,” katanya.

Ia menilai MCF 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pengenalan produk masyarakat Raas.

“Alhamdulillah tahun ini lebih meriah. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mengangkat produk UMKM khas Kecamatan Raas agar lebih dikenal masyarakat Sumenep dan luar Sumenep,” ungkapnya.

Potensi Kepulauan Jadi Kekuatan Ekonomi

Kecamatan Raas memiliki luas wilayah sekitar 38,93 kilometer persegi yang terdiri dari sembilan desa. Berdasarkan data BPS Kabupaten Sumenep, wilayah ini memiliki 14 pulau dengan panjang garis pantai mencapai 70,56 kilometer.

Karakter kepulauan tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif, ekowisata bahari dan sektor perikanan.

Dalam dokumen RPJMD Kabupaten Sumenep 2025–2029, Kecamatan Raas juga masuk dalam kawasan pengembangan ekowisata bahari dan sektor perikanan.

Achmad berharap promosi melalui MCF 2026 tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk masyarakat.

Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis potensi kepulauan dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata dan perikanan.

“Dengan menampilkan kekhasan kuliner, kerajinan, hingga satwa langka, Kecamatan Raas membuktikan bahwa kepulauan juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.