Sumenep – Aktivitas distribusi garam di Kabupaten Sumenep kembali menjadi perhatian. Pasalnya, awak media menemukan sebuah truk pengangkut garam yang melintas dengan muatan menjulang tinggi, sementara sebagian garam tampak berjatuhan dan berceceran di sepanjang badan jalan.
Fenomena tersebut memicu kekhawatiran karena ceceran garam berpotensi membahayakan pengguna jalan. Apalagi saat musim hujan atau kondisi jalan lembap, garam yang bercampur air dapat membuat permukaan jalan menjadi lebih licin dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Dari hasil pantauan di lapangan, muatan garam terlihat disusun melebihi tinggi bak truk. Selama kendaraan melaju, butiran garam terus berjatuhan hingga meninggalkan jejak di ruas jalan yang dilintasi.
Kondisi seperti ini dinilai tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah. Sebab, selain mengancam keselamatan pengendara, ceceran garam juga dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Distribusi garam di Sumenep diketahui melibatkan berbagai pihak, baik PT Garam, pedagang atau pengepul garam, maupun perusahaan jasa angkutan. Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha diharapkan lebih memperhatikan aspek keselamatan dengan memastikan muatan diangkut sesuai kapasitas dan diberi pengaman yang memadai agar tidak tercecer di jalan.
Temuan awak media ini juga menjadi perhatian bagi instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Sumenep, untuk meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut barang. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi kendaraan, tetapi juga kondisi muatan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sebagai salah satu daerah penghasil garam terbesar di Indonesia, aktivitas distribusi garam memang menjadi denyut ekonomi masyarakat Sumenep. Namun, tingginya mobilitas angkutan garam harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap keselamatan publik.
Masyarakat berharap seluruh pelaku distribusi garam lebih disiplin dalam mengamankan muatan sebelum kendaraan beroperasi. Jangan sampai aktivitas ekonomi yang menjadi kebanggaan daerah justru menyisakan potensi bahaya bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalan raya.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Ceceran garam mungkin terlihat sepele, tetapi jika diabaikan, dampaknya bisa berujung pada kecelakaan yang merugikan banyak pihak.






