Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Kawah Ijen

Berita125 Dilihat

Banyuwangi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, mulai ditangani melalui operasi pemadaman dari udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding, Minggu (6/9/2026), untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bantuan helikopter tersebut merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengajuan Pemkab Banyuwangi.

“Alhamdulillah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water bombing direspons cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam,” kata Ipuk.

Tenaga Ahli BPBD Jawa Timur, Bagio, mengatakan operasi pemadaman udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu akses utama wisatawan menuju kawasan Ijen.

“Untuk operasi pemadaman udara ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” ujarnya.

Bagio mengatakan frekuensi penyiraman dari udara belum dapat dipastikan karena bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan sumber air di sekitar Gunung Ijen.

Menurutnya, kondisi angin di kawasan atas Ijen menjadi salah satu kendala dalam operasi. Karena itu, jumlah penerbangan untuk mengambil dan menjatuhkan air akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Petugas telah menyiapkan sumber air dari sejumlah lokasi. Salah satunya embung yang berada di kawasan Medco Geothermal karena dinilai paling dekat dan memungkinkan dijangkau helikopter.

BPBD Jawa Timur juga berencana mengusulkan pembangunan embung khusus kepada Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan Ijen apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Bagio menyebut ketersediaan sumber air khusus untuk operasi water bombing masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Dalam kondisi darurat, petugas selama ini memanfaatkan kolam, embung pertanian maupun sumber air lainnya yang tersedia di sekitar lokasi.

Sementara itu, kawasan yang terdampak kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian Kawah Ijen juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual untuk mengidentifikasi titik api yang menjadi prioritas pemadaman sebelum helikopter melakukan penyiraman.

Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Murniawan mengatakan terdapat dua titik api yang masih menjadi sasaran pemadaman melalui udara.

“Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” katanya.

Patria menjelaskan salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan mengarah ke bawah. Kondisi medan di lokasi tersebut juga cukup berbahaya karena terdapat jurang yang dalam.

Sementara itu, api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Namun, karakteristik medan di kawasan tersebut cukup kompleks karena banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.

Kondisi medan menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pemadaman, termasuk lokasi pengambilan air untuk kebutuhan water bombing.

“Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling dekat dan paling memungkinkan secara obstacle,” ujar Patria.