IKRAR TALENTA Bangkalan Masuk Tahap Strategis, Serapan Tenaga Kerja Lokal Didorong

Berita107 Dilihat

Bangkalan – Inovasi Integrasi Perindustrian dan Ketenagakerjaan melalui Ikatan Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lokal (IKRAR TALENTA) yang digagas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan mulai memasuki tahap penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tahapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur dunia industri, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, masyarakat sipil, angkatan kerja, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam kegiatan tersebut, asosiasi industri diwakili PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia. Sementara sektor Industri Hasil Tembakau melibatkan dua pabrik rokok yang direncanakan segera beroperasi di Kabupaten Bangkalan.

Sejumlah unsur lain juga turut dilibatkan, di antaranya Himpunan Pengusaha Muda, kelompok masyarakat sipil, serta angkatan kerja yang diwakili PC HMI Bangkalan.

Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan IKRAR TALENTA dirancang untuk membangun keterhubungan antara kebutuhan dunia industri dengan potensi tenaga kerja lokal.

Menurutnya, salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah menjadikan registrasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai pintu masuk untuk mengintegrasikan data perindustrian dan ketenagakerjaan.

“Proyek Perubahan IKRAR TALENTA menawarkan pendekatan baru dengan menjadikan registrasi SIINas sebagai entry point pembentukan ekosistem pembinaan industri dan ketenagakerjaan Kabupaten Bangkalan,” ujar Jemmi.

Ia menjelaskan, data SIINas nantinya tidak hanya digunakan sebagai sarana pelaporan industri, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber data terpadu mengenai industri dan ketenagakerjaan.

Data tersebut antara lain mencakup profil perusahaan, jenis industri, kapasitas produksi, nilai investasi, jumlah pekerja, rencana pengembangan usaha hingga kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program pembinaan industri, pelatihan maupun penempatan tenaga kerja secara lebih terarah.

Disperinaker juga mendorong penerapan konsep link and match antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Kebutuhan kompetensi yang disampaikan perusahaan dapat menjadi dasar penyusunan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil industri.

Dengan pola tersebut, pelatihan tenaga kerja diharapkan tidak hanya mengacu pada program yang tersedia, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan perusahaan.

Setelah memperoleh kompetensi yang dibutuhkan, tenaga kerja lokal akan diarahkan untuk mendapatkan akses penempatan kerja melalui mekanisme yang lebih terintegrasi.

Selain pelatihan dan penempatan, IKRAR TALENTA juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan hubungan industrial sejak perusahaan mulai beroperasi hingga terciptanya hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja.

Jemmi menegaskan, masuknya investasi dan industri baru ke Bangkalan harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.

“Nilai publik yang ditawarkan IKRAR TALENTA adalah mewujudkan keterpaduan antara kebijakan investasi dan industri baru dengan sistem penyiapan dan penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya.

Keterpaduan tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi, kemitraan dengan dunia usaha, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan.

Melalui FGD, para pemangku kepentingan didorong membangun komitmen bersama agar perkembangan sektor industri di Bangkalan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bentuk peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja.

Disperinaker berharap IKRAR TALENTA dapat menjadi penghubung antara investasi, kebutuhan industri, pengembangan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Pada tahap berikutnya, kemitraan dengan stakeholder industri dan ketenagakerjaan akan terus diperluas untuk memperkuat ekosistem pasar kerja lokal yang inklusif, kompetitif dan berkelanjutan.