Jelang Muktamar NU ke-35, PB IKA PMII Gelar Diskusi Energi hingga Reaktualisasi Nahdlatut Tujjar

Berita280 Dilihat

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyiapkan rangkaian kegiatan ilmiah untuk menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam empat serial diskusi dan satu agenda bedah buku. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum untuk membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan energi, pangan, gerakan Islam kontemporer, hingga penguatan kembali gagasan Nahdlatut Tujjar.

Program Manager “Syiar dan Gebyar Muktamar” PB IKA PMII, M Sholeh Basyari, mengatakan rangkaian diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan momentum Muktamar NU sebagai ruang pertukaran gagasan.

“Momentum Muktamar NU kita manfaatkan sebagai ajang silaturahmi, memperkuat idealisme keilmuan serta merawat ekosistem gerakan,” ujar Sholeh, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, dua tema awal yang akan dibahas, yakni ketahanan pangan dan energi, diarahkan untuk memperkuat dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, termasuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Tema ketahanan energi dan pangan dimaksudkan untuk mendukung dan menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo,” katanya.

Diskusi ketahanan pangan dijadwalkan berlangsung di Museum Hasyim Asy’ari, kawasan Tebuireng, Jombang. Sejumlah tokoh yang direncanakan menjadi narasumber di antaranya Ketua Umum HKTI sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, Kepala Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, serta Direktur Utama BRI sekaligus Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin.

Sementara itu, diskusi mengenai ketahanan energi akan digelar di Gedung Jombang Expo, kompleks GOR Merdeka Jombang. Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Komisioner Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi, General Manager Pertamina EP Cepu Zulfikar Akbar, Direktur Utama Sarana Pembangunan Rudolf T Sirat, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Serial berikutnya mengangkat tema geopolitik dan gerakan Islam kontemporer. Forum ini akan menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, pakar geopolitik Mardigu Bosman, serta Wakil Rektor UIN KHAS Jember M Khusna Amal.

Adapun diskusi mengenai reaktualisasi Nahdlatut Tujjar akan menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. Mereka antara lain Dirjen Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Komisioner BNSP M Nur Hayid, mantan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Komisaris PLN Icon Plus Saifullah Maksum.

Sholeh menyebut diskusi mengenai gerakan Islam kontemporer dan reaktualisasi Nahdlatut Tujjar akan digelar di Gedung Pascasarjana Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

“Ekosistem keilmuan NU secara historis satu tarikan napas dengan peta gerakan keumatan, keislaman sekaligus keindonesiaan,” jelasnya.

Selain serial diskusi, PB IKA PMII juga menyiapkan agenda bedah buku bertajuk Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan.

Bedah buku tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat (28/8/2026) pukul 19.30 WIB di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

Agenda tersebut akan diawali sambutan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan pidato Ketua Umum PB IKA PMII Farhan Subchi.

Sejumlah tokoh yang tercatat sebagai narasumber sekaligus kontributor buku tersebut di antaranya Mensesneg Juri Ardiantoro Firdaus, Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni’am, Ketua KPU RI Afifudin, Komisioner BAZNAS RI Idy Muzayad, serta Rektor UIN Walisongo Semarang Musahadi.

Rangkaian kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari agenda PB IKA PMII dalam menyambut Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan dibuka pada Kamis (27/8/2026) malam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.