Kemhan Evaluasi Program SPPI setelah Empat Peserta Meninggal Dunia

Berita376 Dilihat

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah empat peserta meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar militer (latsarmil).

Evaluasi tersebut meliputi mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga penanganan peserta selama masa pendidikan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan dalam pelaksanaan program.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya empat peserta, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan.

“Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” kata Rico di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Rico menjelaskan, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Setelah mendapat penanganan tenaga kesehatan dan dirujuk ke rumah sakit, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Sementara itu, Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Jakarta pada 22 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Novia diketahui menderita penyakit tuberkulosis (TB).

Adapun Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan sempat mengalami perbaikan kondisi kesehatan dan kembali mengikuti latihan. Namun kondisinya kembali menurun hingga harus menjalani perawatan intensif di RSAU dr. Esnawan Antariksa sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) dini hari.

Terkait keberlanjutan program, Rico menegaskan keselamatan peserta menjadi perhatian utama Kemhan.

“Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Menurut Rico, seluruh masukan dan hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan pelaksanaan program ke depan.

“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” pungkasnya.