Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung di Luar Negeri

Berita284 Dilihat

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati (S.) Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, setelah ia memutuskan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kabar pengunduran diri Nanik dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada Rabu (22/7/2026).

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza.

Dalam pernyataannya melalui media sosial, Nanik menjelaskan bahwa keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap kemampuan tenaga medis di Indonesia. Ia mengaku ingin memperoleh second opinion terkait kondisi jantung yang dideritanya.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri. Ini bukan karena tidak percaya dokter di Indonesia, tetapi untuk mendapatkan second opinion,” tulis Nanik.

Nanik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran dirinya. Meski demikian, Presiden disebut memintanya tetap berkontribusi dalam pengawasan Badan Gizi Nasional melalui dewan pengawas yang akan dibentuk.

Menurut Nanik, Presiden berharap pengalaman dan pemahamannya terhadap tata kelola BGN tetap dapat dimanfaatkan guna mengawal pelaksanaan program-program strategis, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik baru menjabat sebagai Kepala BGN sejak awal Juni 2026 setelah ditunjuk Presiden Prabowo menggantikan Dadan Hindayana. Selama masa kepemimpinannya, ia melakukan sejumlah pembenahan internal, termasuk penataan struktur organisasi dan tata kelola lembaga guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang. Pemerintah memastikan proses pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu keberlangsungan program-program BGN yang tengah berjalan.