Nobar Film Pramuka, Pemkot Probolinggo Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Berita191 Dilihat

Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sosialisasi dan nonton bareng film “Pramuka” di CGV Wijaya Kusuma, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Pramuka sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Probolinggo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Setiorini Sayekti, produser film Amanda Latief, sutradara Alex Latief, serta kepala sekolah SD/MI dan SMP sederajat se-Kota Probolinggo.

Film berdurasi 1 jam 43 menit itu menceritakan petualangan Panji, anak berusia 12 tahun, bersama empat rekannya, Rani, Rio, Maya, dan Heru. Mereka menghadapi situasi berbahaya setelah tersesat di hutan dan menemukan tempat persembunyian sindikat penculikan anak.

Dengan mengandalkan keterampilan, keberanian, dan kerja sama yang diperoleh melalui kegiatan Pramuka, mereka berusaha menyelamatkan diri sekaligus membantu membongkar jaringan penculikan tersebut.

Produser film, Amanda Latief, mengatakan karya tersebut dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter.

“Film Pramuka kami hadirkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai media pendidikan yang membawa nilai-nilai kepramukaan, seperti keberanian, persahabatan, tanggung jawab, kerja sama, serta pengamalan Dasa Dharma Pramuka,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengapresiasi dipilihnya Kota Probolinggo sebagai salah satu lokasi rangkaian sosialisasi dan pemutaran film tersebut. Probolinggo menjadi kota ke-28 yang disinggahi dalam rangkaian pemutaran film.

Menurut Aminuddin, film tersebut menggambarkan penerapan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam menghadapi berbagai persoalan.

Ia menilai cerita dalam film juga mengajarkan anak untuk mampu membaca situasi, mengambil keputusan secara cermat, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.

“Film ini menggambarkan bagaimana anak-anak membaca situasi sebagai bagian dari literasi, melakukan perhitungan yang cermat sebagai bentuk numerasi, serta membangun integritas,” kata Aminuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti berharap kerja sama dengan Alamada Production dapat terus berlanjut, terutama dalam menghadirkan film-film edukatif bagi pelajar.

Ia menilai film edukatif dapat menjadi salah satu sarana untuk memberikan inspirasi sekaligus membangun karakter generasi muda.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang penonton, Alex, mengaku film itu mengingatkannya pada pengalaman mengikuti kegiatan Pramuka dan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) saat masih SMP.

Menurutnya, film tersebut menyampaikan sejumlah pesan positif, terutama mengenai keberanian, kekompakan, dan pentingnya saling membantu.