Papua Barat Jadi Ruang Pengabdian dan Pengembangan Kepemimpinan Polwan

Berita35 Dilihat

Bali – Papua Barat menjadi salah satu wilayah yang memberikan pengalaman pengabdian sekaligus ruang pengembangan kapasitas bagi Polisi Wanita (Polwan). Karakter geografis, sosial, dan budaya wilayah tersebut dinilai menjadi tantangan yang mendorong personel kepolisian untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas.

Hal itu disampaikan Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 di Bali, Jumat (25/9/2026).

Menurut Sulastiana, kondisi geografis Papua Barat memberikan pengalaman tersendiri bagi personel kepolisian, termasuk Polwan. Situasi tersebut membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Papua memiliki karakteristik yang secara geografis memberikan pengalaman tersendiri bagi polisi pada umumnya, bukan hanya Polwan. Kemudian diperlukan pendekatan untuk menangani setiap masalah yang timbul di wilayah tersebut,” ujar Sulastiana.

Ia mengatakan, keberagaman sosial dan budaya di Papua Barat juga menjadi ruang pembelajaran bagi Polwan untuk meningkatkan kompetensi serta mengambil peran strategis dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Sulastiana menekankan pentingnya peningkatan kompetensi personel, baik dari sisi keterampilan maupun pengetahuan.

“Kompetensi menjadi prioritas yang penting. Kompetensi itu pasti berkaitan dengan skill dan knowledge,” katanya.

Selain kompetensi, menurut dia, aspek kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan personel. Kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan posisi di depan, tetapi juga kemampuan untuk memberikan inspirasi kepada orang lain agar terus belajar dan berkembang.

“Kepemimpinan sebenarnya bukan soal di depan saja, tetapi bagaimana kita bisa menginspirasi seseorang untuk bermimpi, kemudian belajar lebih, kemudian bersikap dan berbuat lebih,” ujarnya.

IAWP Conference 2026 sendiri menjadi forum bagi Polwan dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk kepemimpinan perempuan serta tantangan keamanan yang berkembang.