Pesan Kemanusiaan Kapolresta Sumenep di Hari PMI: Setetes Darah Bisa Jadi Penentu Hidup Seseorang

Berita155 Dilihat

Sumenep – Semangat kemanusiaan terus didorong oleh Polresta Sumenep. Dalam momentum Hari Palang Merah Indonesia (PMI), Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan PMI dalam berbagai aksi kemanusiaan di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan PMI memiliki peran penting, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat maupun penanganan situasi kebencanaan.

“Polresta Sumenep berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan penanganan kebencanaan,” ujar Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, Kamis (3/9/2026).

Ia menilai, keberadaan PMI dan para relawan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terlebih ketika terjadi kondisi darurat.

Karena itu, Kapolresta Sumenep menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan PMI yang selama ini dengan tulus dan ikhlas mendedikasikan tenaga serta waktunya untuk membantu sesama.

“Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan PMI yang dengan tulus dan ikhlas hadir membantu sesama. Semangat kemanusiaan ini perlu terus kita jaga dan tumbuhkan bersama,” katanya.

Tak hanya mengapresiasi para relawan, Kombes Pol. Ariek juga mengajak seluruh anggota Polri dan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam aksi donor darah.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.

“Saya mengajak seluruh anggota Polri dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Setetes darah yang kita berikan dapat menjadi harapan dan menyelamatkan kehidupan orang lain,” tegasnya.

Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama tidak hanya hadir pada momentum Hari PMI, tetapi menjadi bagian dari budaya kemanusiaan yang terus hidup di tengah masyarakat Sumenep.

“Mari bersama-sama berbagi untuk kemanusiaan,” pungkasnya.