Polda Kalsel Terapkan Metode Pemadaman Karhutla hingga ke Bawah Tanah

Berita79 Dilihat

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menerapkan pola baru dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut. Kali ini, pemadaman tidak hanya menyasar api yang terlihat di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di bawah tanah.

Metode tersebut dilakukan dengan memanfaatkan cairan surfaktan ramah lingkungan yang disuntikkan langsung ke lapisan gambut menggunakan pipa undercooling berlubang. Cara ini ditujukan untuk mendinginkan sumber panas di dalam tanah sekaligus mencegah api kembali muncul.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan, cairan surfaktan memiliki kemampuan membasahi lapisan gambut dengan lebih cepat sehingga dapat meresap ke dalam tanah dan menjangkau bara yang berada di bawah permukaan.

“Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen,” kata Nur Khamid saat meninjau penanganan karhutla di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Jumat.

Menurutnya, metode tersebut dinilai penting diterapkan di kawasan gambut karena sumber panas kerap berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat secara kasatmata. Karena itu, api yang telah padam di permukaan belum tentu menandakan bara di dalam tanah benar-benar hilang.

Untuk mengetahui efektivitas metode tersebut, petugas menggunakan drone thermal guna memantau perubahan suhu lahan setelah cairan surfaktan disemprotkan dan disuntikkan ke area yang terbakar.

Dari hasil pemantauan, suhu lahan gambut yang sebelumnya berada di kisaran 130 derajat Celsius dapat turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah cairan diaplikasikan.

“Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar,” ujarnya.

Selain menurunkan suhu, cairan surfaktan juga menghasilkan lapisan busa di permukaan lahan. Lapisan tersebut membantu membatasi masuknya oksigen menuju sumber bara sehingga risiko api kembali menyala dapat ditekan.

Penggunaan surfaktan juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan air dalam proses pemadaman maupun pembasahan lahan. Cairan tersebut dinilai memiliki kemampuan membasahi gambut secara lebih efektif dibandingkan penggunaan air biasa.

Waasops Polri Irjen Pol Laksana turut meninjau secara langsung penerapan metode tersebut. Peninjauan dilakukan bersama Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, Wakapolda Kalsel, serta sejumlah pejabat utama Polda Kalsel.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla sekaligus melihat secara langsung penerapan inovasi pemadaman di lapangan.