764 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Banyuwangi

Berita199 Dilihat

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyalurkan sebanyak 764 ribu liter air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan hingga 27 September 2026.

Bantuan tersebut didistribusikan ke 18 dusun di lima kecamatan, yakni Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran.

Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026 dan akan terus dilaksanakan selama status siaga kekeringan masih berlaku.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengatakan musim kemarau di wilayah tersebut telah berlangsung sejak Mei 2026 dan diperkirakan berlanjut hingga Desember.

“Berdasarkan rilis BMKG, awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026, salah satunya Banyuwangi,” kata Partana.

Menurutnya, kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Banyuwangi kemudian menetapkan status siaga kekeringan dan melakukan distribusi air bersih secara rutin ke sejumlah wilayah terdampak.

“Pendistribusian air bersih terus kami lakukan hingga status siaga kekeringan selesai. Air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mandi, cuci, kakus (MCK) warga,” ujarnya.

Penanganan kekeringan juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kodim 0825 Banyuwangi. Institusi tersebut menyalurkan tujuh tangki air atau sekitar 31 ribu liter untuk warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo.

Bantuan tersebut dilepas Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspotondo bersama Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto dari Kantor PUDAM Banyuwangi pada 25 September 2026.

Mayor Kaveleri Suprapto mengatakan distribusi air tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.

Selain Kodim 0825 Banyuwangi, dukungan penanganan kekeringan juga datang dari BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Banyuwangi, Bank Jatim, dan PT Bumi Suksesindo (BSI).

Seluruh pasokan air bersih yang disalurkan kepada masyarakat terdampak berasal dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.

Partana mengatakan kolaborasi lintas instansi dan pihak swasta dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Dukungan berbagai pihak ini sangat membantu upaya penanganan kekeringan di Banyuwangi. Kami berharap kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak dapat terus terpenuhi selama musim kemarau,” pungkasnya.