Bukan Sekadar Bongkar Muat, PTP Nonpetikemas Buka Mata Mahasiswa UNIBA soal Masa Depan Madura

Berita104 Dilihat

Sumenep – Industrialisasi Madura tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Sumber daya seperti garam, ikan, pertanian hingga pariwisata harus mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi bernilai tambah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Stadium General Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) yang menghadirkan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), Senin (14/9/2026).

Mengangkat tema “Industrialisasi Kawasan Madura di Era Transformasi Ekonomi: Peluang Investasi, Penguatan SDM, dan Inovasi Teknologi”, kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren Lantai 3, Gedung Campaka UNIBA Madura itu menjadi ruang bertemunya dunia pendidikan dan industri.

PTP Nonpetikemas membawa program Port Connect, sebuah edukasi yang memperkenalkan mahasiswa pada dunia kepelabuhanan dan logistik sekaligus membuka perspektif mengenai posisi strategis pelabuhan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani, M.B.A., menegaskan bahwa pelabuhan memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar aktivitas bongkar muat.

“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, industri, dan pasar,” kata Indra.

Menurutnya, keberadaan ekosistem logistik yang kuat menjadi bagian penting untuk menghubungkan sentra produksi dengan pasar. Kondisi tersebut sekaligus dapat membuka ruang bagi tumbuhnya industri dan hilirisasi di Madura.

Indra juga mendorong mahasiswa UNIBA Madura tidak hanya berpikir untuk mencari peluang di luar daerah.

Sebaliknya, generasi muda didorong menjadi bagian dari penciptaan peluang ekonomi di tanah kelahirannya sendiri.

“Karena itu, kami mendorong mahasiswa UNIBA Madura untuk mempersiapkan diri menjadi SDM unggul yang tidak hanya mencari peluang di luar daerah, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan peluang di Madura,” ujarnya.

Potensi Besar, Jangan Berhenti Jadi Komoditas Mentah

Komisaris Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Dr. Prakosa Hadi Takariyanto, M.M., menilai Madura memiliki potensi besar yang belum cukup jika hanya berhenti pada tahap produksi bahan mentah.

Menurutnya, investor tidak semata-mata melihat apa yang dimiliki sebuah daerah, tetapi juga melihat sejauh mana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomi.

“Madura memiliki potensi yang sangat besar, namun potensi baru akan menjadi kekuatan ketika berhasil diubah menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Ia menyebut sejumlah potensi yang dimiliki Madura, mulai dari ikan, garam, pertanian hingga pariwisata.

Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi salah satu kunci agar komoditas daerah tidak sekadar keluar sebagai bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam konteks tersebut, pelabuhan menjadi salah satu simpul penting dalam rantai logistik yang menghubungkan produksi, industri hingga pasar.

SDM Jadi Kunci

Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., ASEAN Eng., mengatakan Stadium General menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri sekaligus membaca peluang pembangunan kawasan Madura.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNIBA Madura sekaligus Komisaris PT Pelabuhan Teluk Lamong, Dr. K.H. R.P. Zainal Abidin Amir, M.A., menekankan bahwa industrialisasi harus berjalan seiring dengan kesiapan SDM dan penguasaan teknologi.

Menurutnya, tanpa SDM yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, potensi kawasan akan sulit dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam forum yang diikuti jajaran pimpinan, dekan, kepala departemen, dosen dan ratusan mahasiswa UNIBA Madura.

Tak sekadar pemaparan materi, kegiatan juga dikemas interaktif melalui kuis dan games berhadiah. Para mahasiswa diajak melihat secara lebih dekat peluang karier, investasi, inovasi dan pengembangan usaha yang berkaitan dengan ekosistem kepelabuhanan serta logistik.

PTP Nonpetikemas Salurkan Bantuan TJSL

Selain membawa edukasi mengenai industri kepelabuhanan, PTP Nonpetikemas juga menunjukkan komitmen sosialnya kepada dunia pendidikan.

Dalam momentum tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada UNIBA Madura.

Bantuan tersebut diperuntukkan mendukung sarana dan prasarana serta kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura mendorong agar hubungan dunia industri dengan perguruan tinggi terus diperkuat.

Sebab, tantangan industrialisasi Madura bukan hanya soal investasi dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil posisi di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.

Pesan PTP Nonpetikemas pun tegas:

“Masa depan Madura tidak akan dibangun oleh orang lain. Masa depan Madura akan dibangun oleh generasi yang ada di ruangan ini hari ini.”

Kalimat tersebut menjadi penutup sekaligus tantangan bagi generasi muda Madura untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam transformasi ekonomi, tetapi ikut menjadi penggerak industrialisasi di daerahnya sendiri.