Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia ASRI di Banyuwangi, Ribuan Warga Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

Berita279 Dilihat

Banyuwangi – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan melibatkan lebih dari seribu peserta dalam kegiatan bersih-bersih Pantai Ancol Plengsengan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (21/7/2026).

Gerakan yang merupakan bagian dari program nasional tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari nelayan, warga, pegiat lingkungan, aparatur sipil negara (ASN), personel TNI-Polri, mahasiswa, hingga pelajar. Sejak pagi, para peserta menyebar ke sejumlah titik untuk mengumpulkan sampah di kawasan pantai.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, mengatakan Gerakan Indonesia ASRI merupakan upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan.

“Hari ini di Banyuwangi, Kemendagri bekerja sama dengan pemkab melakukan Gerakan Indonesia ASRI. Ini gerakan peduli lingkungan, terutama kepedulian terhadap sampah, kepedulian terhadap ketertiban lingkungan,” kata Safrizal.

Ia menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai salah satu daerah pelaksanaan gerakan tersebut karena dinilai konsisten menjalankan berbagai program strategis nasional.

“Karakter Banyuwangi ini kalau ada arahan selalu dilakukan dengan serius. Oleh karena itu, kami yakin daerah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Termasuk pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Gerakan Indonesia ASRI telah diimplementasikan di daerahnya melalui program Banyuwangi Asri yang rutin dilaksanakan di berbagai wilayah.

“Rutin kita lakukan, bahkan tiap kecamatan, kelurahan/desa lakukan bersih-bersih lingkungannya,” ujar Ipuk.

Menurutnya, implementasi Gerakan Indonesia ASRI di Banyuwangi tidak hanya dilakukan melalui aksi bersih-bersih pantai, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Misalnya dengan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi agar selalu dalam kondisi aman, sehat, resik, dan indah,” katanya.

Ipuk menambahkan, upaya pengelolaan sampah di Banyuwangi juga diperkuat melalui pembangunan dan pengoperasian sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Keberadaan fasilitas tersebut dinilai memberikan dampak signifikan dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.