Dari Salawat hingga Indonesia Raya, Warga Pocang Temor Rayakan Maulid dan Kemerdekaan

Berita271 Dilihat

Sumenep – Suasana Taneyan Lanjang Pocang Temor, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terasa semarak pada Minggu (16/8/2026) malam. Lantunan salawat Nabi Muhammad SAW berpadu dengan lagu Indonesia Raya dan mars Ya Lal Wathan dalam acara Senandung Cinta Nabi dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai Pemuda Pocang Temor (PPT) tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Perwakilan PPT, Luqman Hakim, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus momentum untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan.

“Peringatan HUT kali ini lebih spesial karena bersamaan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, sekalian menggelar peringatan maulid,” kata Luqman.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dan kekompakan masyarakat Pocang Temor. Tidak hanya pemuda, para orang tua dan kaum perempuan juga terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Keterlibatan pemudi terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan sebelum acara. Mereka membantu menyiapkan konsumsi hingga mengecat tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang jalan utama kampung.

Warga juga menghias kawasan Taneyan Lanjang dengan lampu hias merah putih dan bendera-bendera kecil. Kekompakan tersebut turut mengantarkan RT 007 Desa Cangkreng meraih juara pertama lomba kebersihan dan pernik Agustusan tingkat desa.

“Hidup perempuan!” seru Luqman yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Hija Cangkreng, KH A. Dumairi Asy’ari, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga, khususnya para pemuda.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk bakti anak negeri kepada para pahlawan dan pendahulu. Semoga kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus dilanjutkan,” ujarnya.

Selain doa bersama, panitia juga membagikan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar beberapa hari sebelumnya. Perlombaan tersebut meliputi balap kelereng, makan kerupuk, pasang sarung, nyunggi talam, dan memasukkan bendera.

Semarak kemerdekaan di Pocang Temor juga telah terasa sejak awal Agustus. Warga secara swadaya memasang bendera dan umbul-umbul serta membersihkan jalan utama kampung.

Menariknya, hadiah perlombaan tidak hanya berupa perabotan rumah tangga. Panitia juga menyediakan buku tulis dan buku bacaan untuk peserta.

Salah seorang panitia, Busaki, mengatakan panitia sengaja menambahkan kuis edukatif agar kegiatan perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi hiburan bagi warga.

“Kami juga mengadakan kuis edukatif agar tidak hanya bernilai hiburan,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi modal utama sehingga rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

“Kerja sama warga merupakan kunci kesuksesan acara ini,” pungkasnya.