Pemkab Banyuwangi Gandeng Dunia Usaha Perkuat Mutu Pendidikan

Berita187 Dilihat

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Salah satunya dilakukan bersama Yayasan Pendidikan Astra–Michael D. Ruslim (YPA-MDR) melalui program pembinaan sekolah selama lima tahun.

Program tersebut menyasar peningkatan kualitas sekolah, kapasitas guru dan kepala sekolah, serta penguatan karakter dan kecakapan hidup siswa. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus YPA-MDR Gunawan Salim saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa (25/8/2026).

Gunawan mengatakan, pembinaan akan dilakukan melalui empat pilar, yakni akademik, karakter, seni budaya, dan kecakapan hidup.

Pada bidang akademik, guru, kepala sekolah, dan siswa akan memperoleh pelatihan serta pendampingan, termasuk penguatan literasi, numerasi, hingga pemanfaatan internet dan teknologi digital dalam pembelajaran.

“Tahun ini pembinaan dimulai Oktober di 10 SD Negeri di Desa Jambewangi dan Kemiren. Rencana juga berlanjut ke SMKN 1 Glagah,” kata Gunawan.

Sepuluh SD yang menjadi sasaran pembinaan berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Menurut Gunawan, pemilihan sekolah disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Kemiren dikenal sebagai basis masyarakat Osing dengan kekayaan tradisi dan budaya, sedangkan Jambewangi merupakan salah satu sentra pertanian organik yang produknya telah menembus pasar internasional.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan prestasi sekolah sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan desa dan Banyuwangi secara luas.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus melengkapi berbagai program yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi.

“Kami berharap program dari Astra nantinya bisa mengisi ruang-ruang yang belum kami kerjakan, sehingga saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” ujar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi selama ini menjalankan sejumlah program pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepedulian sosial, kemandirian, dan ketahanan keluarga.

Di antaranya program Siswa Asuh Sebaya (SAS), yang mendorong kepedulian antarsiswa dengan membantu pelajar dari keluarga kurang mampu.

Pemkab juga memperkuat Gerakan Daerah Entaskan Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) untuk mengembalikan anak-anak yang sempat putus sekolah ke bangku pendidikan. Selain itu, tersedia beasiswa Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif bagi pelajar berprestasi yang bersedia ikut mengembangkan daerah.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk pengembangan pendidikan di Banyuwangi. Karena pendidikan adalah kunci bagi pengembangan daerah,” kata Ipuk.