Timnas BMX Indonesia Jalani Pelatnas di Banyuwangi, Bidik Emas Asian Games 2026

Berita320 Dilihat

Banyuwangi – Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, melalui pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi.

Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, meninjau langsung pelatnas di Banyuwangi, Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, tim analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Todotua mengapresiasi kualitas Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi yang dinilai telah memenuhi standar untuk mendukung persiapan atlet menuju ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

“Saya cukup takjub melihat tempat latihan BMX di Banyuwangi. Treknya sangat baik dan mendukung persiapan atlet menghadapi Asian Games,” ujar Todotua.

Ia menambahkan, keberadaan sirkuit bertaraf internasional tersebut tidak hanya penting untuk persiapan Asian Games, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembinaan atlet BMX Indonesia menuju berbagai kejuaraan internasional, termasuk SEA Games 2027.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP ICF, Jadi Rajagukguk, mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan empat medali emas dari cabang balap sepeda pada Asian Games 2026, dengan salah satu target berasal dari nomor BMX.

“Target dari federasi bahkan lebih dari satu medali emas. Kami memohon dukungan masyarakat agar tim balap sepeda Indonesia mampu memberikan hasil terbaik di Asian Games,” kata Jadi.

Untuk mencapai target tersebut, ICF memusatkan latihan tujuh atlet BMX terbaik Indonesia di Banyuwangi. Sirkuit BMX Supercross Banyuwangi memiliki lintasan sepanjang 465 meter, dilengkapi obstacle berstandar internasional, dua start gate setinggi 5 dan 8 meter, tujuh jalur lintasan, serta telah memenuhi standar olimpiade.

Secara keseluruhan, Indonesia berencana mengirimkan 21 atlet balap sepeda dan tujuh pelatih ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Selain menjalani pelatnas, para atlet BMX juga dijadwalkan mengikuti sejumlah uji coba internasional di Australia, Jepang, dan Malaysia guna meningkatkan pengalaman bertanding di level Asia.

Atlet BMX Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi dan peraih medali emas Asian Games sebelumnya, Amellya Nur Sifa, menyatakan kesiapan mereka menghadapi persaingan di Jepang. Keduanya menjalani latihan intensif enam hari dalam sepekan demi menjaga performa menjelang pertandingan.

“Persiapan kami sudah cukup matang. Target saya tentu ingin mempertahankan medali emas dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Amellya Nur Sifa.